Tentang hidup
Yah,Ini yang sebenarnya mau aku ceritain.Aku sekarang kerja di perusahaan dengan gaji 1,9.Wah untuk anak seumuranku.Tapi,entah mengapa aku merasa ada yang salah.Nggak tau apa.Seharusnya aku bersyukur tapi aku gak tau kenapa,tiap pagi yang ada setiap pualng kerja badanku lemas.Dan kondisi tubuhku makin menurun serta tidak adanya semangat hidup.Bahkan kerjaku tiap hari adalah menandai kalender hari ayng telah berakhir.Bila senin datang yang ada aku hany mengehembuskan nafas dan berpikir 'Apa lagi hari ini?' atau 'Semoga ruangan kantor sepi sehingga aku bisa nonton film'.Hah...
Aku juga tidak tau mengapa.Pernah suatu malam,aku menangis padahal saat itu aku sedang makan.Dadaku rasanya berat dan air mataku tidak mau berhenti bahkan aku mulai berteriak histeris.Hatiku menjerit dan dadaku rasanya sakit semuaa dan parahnya aku gak tau harus berbuat apa dengan rasa sakit ini.Aku bahkan berpikir untuk mengambil jalan obat terlarang atau rokok untuk membuatku lupa akan masalah hidupku.Tapi untungnya aku masih bisa mengendalikan diriku untuk tidak melakukan hal itu.Sakit memang tapi rasa sadarku masih bisa menguasaiku.Dan yang bisa terpikir selain jalan itu adalah menyalahkan orang lain.Dendam membuatku buta akan kebenaran.Setiap orangtuaku menelpon,yang ada hanya pikiran untuk menyalahkan mereka.Terutama ayah.Bahkan sekarang aku masih menyalahkan atas keputusannya mengirimku sampai pada jalan ini.Ini bukan kemauanku.Sama sekali bukan.Dan semakin kata-kata itu menggema yang ada dadaku semakin berat.Aku bahkan mulai mereject semua panggilan dari keluarga,kakak bahkan teman semasa smk.Malas untuk mendengar ocehan mereka karena bagiku itu sama sekali tidak membantu dan tentunya aku malas untuk menjelaskan keadaanku berulang kali.Memangnya apa yang mereka bisa lakukan?Cuma mendengar,mereka tidak bisa membantu.Aku harus bagaimana?Tapi aku harus tetap fokus.Dan syukurnya dalam setiap kebimbanganku setiap malam,aku masih senang karena aku bisa menemukan apa keinginanku selama ini.Dokter,aku ingin jadi itu.Tapi karena orangtuaku tidak memliki biaya,aku harus mengalah dan memilih sebagai perawat.Aku yakin suatu saat nanti akan ada masanya aku bisa menjemput impianku.Gak tau kapan.Yang pasti aku percaya.Tuhan memberikan aku rasa tidak nyaman ini pasti ada tujuannya,Bukan suapaya aku hanya bisa menyerah pada mimpiku dan memaki betap kejamnya hidup ini tapi untuk merasakan tanda dari Tuhan bahwa 'Ini bukan Jalanmu'.Well,aku gak tau rencana Dia untukku.Tapi jika dia sudah memberi tanda,aku harus berjuang mati-matian mengambilnya walaupun saat ini bukan saat yang tepat.Aku mesti ngumpulin duit dulu buat kuliah.Sekarang tanggal bagiku walaupun menyeramkan kini aku sudah punya tujuan untuk mengahbiskan hariku dan menunggu saat itu tiba.Aku bersemangat untuk menghitung hari sampai rencanaku terwujud.Semoga Tuhan selalu bersamaku.Kadang aku juga getir jika menyadari resiko dari perbuatanku,tapi aku tidak punya pilihan.Cuma saat itu ada kesempatan.Semoga impianku juga rencanaku dapat tercapai dan semoga tidak ada yang membaca tulisan ini.Aminnnnnn.Dan semoga Tuhan selalu bersamaku dalam mewujudkan impian dan rencanaku.Semoga ayah dan ibu bisa terus berumur panjang sampai aku menyelesaikan semuanya.Juga semoga aku tetap hidup sampai aku bisa sekali saja mencapai impianku.Bolehkah aku berharap seperti ini Tuhan?Aku tidak terlalu serakah kan?
Aku juga tidak tau mengapa.Pernah suatu malam,aku menangis padahal saat itu aku sedang makan.Dadaku rasanya berat dan air mataku tidak mau berhenti bahkan aku mulai berteriak histeris.Hatiku menjerit dan dadaku rasanya sakit semuaa dan parahnya aku gak tau harus berbuat apa dengan rasa sakit ini.Aku bahkan berpikir untuk mengambil jalan obat terlarang atau rokok untuk membuatku lupa akan masalah hidupku.Tapi untungnya aku masih bisa mengendalikan diriku untuk tidak melakukan hal itu.Sakit memang tapi rasa sadarku masih bisa menguasaiku.Dan yang bisa terpikir selain jalan itu adalah menyalahkan orang lain.Dendam membuatku buta akan kebenaran.Setiap orangtuaku menelpon,yang ada hanya pikiran untuk menyalahkan mereka.Terutama ayah.Bahkan sekarang aku masih menyalahkan atas keputusannya mengirimku sampai pada jalan ini.Ini bukan kemauanku.Sama sekali bukan.Dan semakin kata-kata itu menggema yang ada dadaku semakin berat.Aku bahkan mulai mereject semua panggilan dari keluarga,kakak bahkan teman semasa smk.Malas untuk mendengar ocehan mereka karena bagiku itu sama sekali tidak membantu dan tentunya aku malas untuk menjelaskan keadaanku berulang kali.Memangnya apa yang mereka bisa lakukan?Cuma mendengar,mereka tidak bisa membantu.Aku harus bagaimana?Tapi aku harus tetap fokus.Dan syukurnya dalam setiap kebimbanganku setiap malam,aku masih senang karena aku bisa menemukan apa keinginanku selama ini.Dokter,aku ingin jadi itu.Tapi karena orangtuaku tidak memliki biaya,aku harus mengalah dan memilih sebagai perawat.Aku yakin suatu saat nanti akan ada masanya aku bisa menjemput impianku.Gak tau kapan.Yang pasti aku percaya.Tuhan memberikan aku rasa tidak nyaman ini pasti ada tujuannya,Bukan suapaya aku hanya bisa menyerah pada mimpiku dan memaki betap kejamnya hidup ini tapi untuk merasakan tanda dari Tuhan bahwa 'Ini bukan Jalanmu'.Well,aku gak tau rencana Dia untukku.Tapi jika dia sudah memberi tanda,aku harus berjuang mati-matian mengambilnya walaupun saat ini bukan saat yang tepat.Aku mesti ngumpulin duit dulu buat kuliah.Sekarang tanggal bagiku walaupun menyeramkan kini aku sudah punya tujuan untuk mengahbiskan hariku dan menunggu saat itu tiba.Aku bersemangat untuk menghitung hari sampai rencanaku terwujud.Semoga Tuhan selalu bersamaku.Kadang aku juga getir jika menyadari resiko dari perbuatanku,tapi aku tidak punya pilihan.Cuma saat itu ada kesempatan.Semoga impianku juga rencanaku dapat tercapai dan semoga tidak ada yang membaca tulisan ini.Aminnnnnn.Dan semoga Tuhan selalu bersamaku dalam mewujudkan impian dan rencanaku.Semoga ayah dan ibu bisa terus berumur panjang sampai aku menyelesaikan semuanya.Juga semoga aku tetap hidup sampai aku bisa sekali saja mencapai impianku.Bolehkah aku berharap seperti ini Tuhan?Aku tidak terlalu serakah kan?
Komentar
Posting Komentar