Akhirnya nulis lagi

Gak Tau kenapa pengen nulis lagi. Apa karena lagi pengen berbagi terus biar bisa jadi cerminan diri udah sejauh mana aku berjalan (ce ileh)
Cerita apa ya ?
Akhir - akhir ini di usia yang udah gak bis disebut muda lagi, rasanya banyak hal yang saya sadari dan pengen dilakukan.

Banyak hal - hal baru yang saya biarkan masuk. Teman ada yang datang dan banyak yang pergi.
Ketika saya melihat waktu begitu berharga dan ketika saya sadar hal itu mempengaruhi tindakan, cara bicaraku ke orang.

Ketika yang tadinya saya berpikir harus seperti ini dulu baru bisa bahagia. Sekarang rasanya, asal ada yang mau menerima diri saya apa adanya, rasanya saya belajar untuk bersyukur
Kenapa saya nulis, jawabannya gak tau. Mungkin ke depan saya juga bakal hapus tulisan ini, kalau ada orang yang saya kenal baca.

Ketika kami dulu akrab, karena sesuatu hal akhirnya saya pahami bahwa meski hubungan itu telah terbina lama, bukan berarti kita semua bisa cocok. Bukan berarti, saya dan mereka ditakdirkan bersama.

Bukan berarti, saya harus selalu berusaha untuk membuka bahan pembicaraan. Ketika saya bersama mereka dan mereka asyik dengan dunia mereka sendiri. Ketika meski saya berusaha agar bisa diterima, namun usaha saya tidak dihargai. Rasanya saya jadi tahu, kalau mereka hanya berusaha untuk bersama meski sebenarnya tidak nyaman dengan saya.

Uhmm, ketika saya dewasa. Rasanya saya muak dengan kebohongan. Saya lebih suka disakiti dengan kenyataan. Bukan berarti saya tidak suka dan antipati dengan orang lain, hanya saja sebagai manusia, saya tidak ingin tersakiti. Saya ingin tetap seperti ini. 

Betapa setiap hari adalah penderitaan ketika saya mencoba untuk bersama kalian dulu.
Saya berusaha bisa masuk ke dunia kalian, namun karena perbedaan atau mungkin ketika saya akhirnya melepas cangkang saya untuk berpikir. 

"Ah, mereka bisa menerima", hasilnya nihil. Mereka kaget dan tidak bisa menerima. Lalu ketika saya harus terus bersama kalian, meski saya merasa tidak nyaman, lalu pertanyaannya adalah harus berapa lama saya selalu mencoba mengerti kalian

Kalian hanya melihat saya sebagai 'sesuatu yang lucu'. Apakah kalian masih berpikir bahwa saya sejatinya adalah seperti itu ?
Jujur, dulu karena keadaan saya menjadi seperti itu. Masa remaja yang rapuh, yang takut sendirian. Akhirnya, hanya bisa menyerah dan mengikuti arus. Tapi tidak selamanya seperti itu kan ?

Saya merasa saya 'introvert', namun memangnya kenapa? Sejujurnya, saya tidak pernah peduli dengan hal - hal semacam itu (meski awalnya saya survei sampai ke golongan darah, tes MBTI dan lain - lain) gak ada artinya. Kamu merasa menjadi orang 'Introvert' dan akhirnya terkungkung dalam istilah itu. 'Saya pikir sekarang jawabannya',saya hanya ingin bahagia. Saya hanya ingin lingkungan ini tetap seperti ini'. 'Saya butuh dihargai sebagai rekan' atau 'saya ingin mendengar diri kalian yang sebenarnya'. Tapi kenyataannya kalian semua hanya 'topeng' berjalan. Dan jujur saya lelah untuk pura - pura bahagia dengan sesuatu yang palsu. Melelahkan.

Saya ingin dewasa bersama kalian. Itu harapku. Namun melihat semua perbedaan yang tidak akan pernah saling mengerti, rasanya hal itu juga mustahil untuk kalian dan saya. 
Mengagumi kalian dari jauh. Melihat kalian bahagia, sepertinya itu sudah cukup bagi saya. Tetaplah sehat dan bahagia. Meski saya tidak ada di antara kalian, saya tetap mendukung kalian sepenuh hati.
Ketika dewasa, waktu kita terbatas. Energi kita terbatas. Menyatukan dua kutub yang tidak cocok, hanya akan memakan energi. Mungkin kalian tidak, namun bagi saya ini melelahkan. 

1 hari bersama kalian, saya berharap bisa istrahat seminggu untuk memulihkan diri. Bukan berarti benci. Saya malah senang kalian bisa terus bersama membuat kenangan. Saya pengagum rahasia kalian. Sambil membayangkan kita semua tua bersama, saling mengerti bersama, pergi liburan bersama. Saya bahagia membuat versi pertemuan kita semua hanya lewat pikiran saya saja. Itu hiburan.

Dan akhirnya saya berakhir pada pertanyaan, ketika dulu saya bisa menunjukkan diri saya, apakah hasilnya sekarang akan berbeda ? Hahaha, menyedihkan....

Dan juga menyesakkan. Betapa saya bahagia ketika kalian mention saya, atau sekedar menaruh pagar nama saya. Saya bahagia, kalian masih mengingat saya. Meski saya berharap lebih kalian bisa lebih 'kepo' dengan hidup saya. Begitulah, karena saya manusia pasif. Mungkin....
Tetaplah sehat dan bahagia kalian semua. Saya menunggu kenangan baru yang kalian buat....

#Jalan saya begitu sepi, namun saya bahagia seperti ini....

#17 Februari 2019, ketika saya dipenuhi rasa penyesalan telah menulis semua kalimat di atas dan berharap kalian tidak akan pernah menemukan blog ini. Hahaha
#Ketika kalian mengetahuinya, mungkin saya akan menghapusnya. Kayak orang penting aja. Hehehe

Komentar

Postingan Populer