LAGI BOSANNN

Hai, my self !! Gimana kabar ? Rasanya akhir -akhir ini saya rasa agak depresi ????

Baiklah, darimana kita mulai ?

Kamu tahu kan saya nulis ketika saya benar - benar buntu. Ketika saya benar - benar gak paham apa yang saya lakukan. Ketika saya merasa hidupku mulai terganggu. Ketika rasanya menyakitkan dan saya tidak bisa paham dan rasanya sakit. Ketika saya tidak mengerti diriku. Ketika saya rasa begitu ada yang mengganggu. Yap, karena itu, Tidak ada materi yang masuk, Tidak ada hal yang ingin saya lakukan.

Akhir - akhir ini, rasanya keinginan bunuh diri juga makin sering menghampiri. Saya benci pekerjaanku saat ini . Itu pasti. Sejak dulu. Saya tidak menyukainya. Mungkin saya suka kesehatan, mungkin saya ingin jadi dokter, Dokter bedah tepatnya. Dari dulu. Atau mungkin matematika ? I dont know. For me, selalu ada yang lebih baik dari sekarang, selalu ada hal yang lebih cocok untuk saya lakukan daripada duduk di ruangan tanpa melakukan apa - apa. Berusaha terkesan filosofis meski sebenarnya hanya mau dapat uang. Yah, kalau bisa di bilang, saya pikir saya juga seperti itu.

Dari dulu, Tapi saya bisa paham. Lalu kenapa sekarang saya stress berlebihan. Saya pikir itu karena saya pikir saya harus berhenti jalan - jalan dulu sebelum ke kantor. Ok, untuk bagian yang ini saya tidak mau meninggalkannya. Why ? Karena jalan - jalan membantu saya meringankan beban hidup, membuat saya tidak jadi seperti orang gila seperti orang lain d kantor. Saya tidak mau jadi seperti mereka. Tapi sepertinya masalahnya bukan itu. Ada masalah lain yang mengganjal ? WHAATTT ???

Setelah 2 hari meninggalkan kebiasaan saya. Hari sabtu, tidak seperti biasanya. Yah biasanya hari libur, saya akan tidur sampai puas, But hari ini, sabtu setelah mengantar loundry, saya keliling naik motor bahkan sampai universitas. Dan saya berjanji akan melakukannya setiap hari. Bodo amat dengan kantor. SHiittt !! I hate my office. I hate my past self when she have courage and pride about herself and with that stupid, i choose this opportunity. Pegawai ??? WHAT ???? Dan setelah 4 tahun, yang ada dalam pikiran saya hanya penyesalan tanpa akhir, Ketika orang lain kuliah, ketika mereka selalu masuk dalam dunia baru untuk terus belajar, saya di sini duduk di balik meja dan di suruh - suruh cari nomor surat dan pekerjaan memita polpen oleh bos tolol saya yang gak bisa gerak. Sumpah, saya berharap dia mati di tempat saat itu. Ketika dia benar - benar tertanam di kursinya dan  mati karena serangan jantung dan sikap ongol - ongol nya itu berhenti. Menyebalkan. Saya tidak suka diperintah hal tolol kayak begitu.

Baiklah kembali ke masalah yang menyerang saya. Akhir - akhir ini saya bosan. Sangat malah ...... Why ????/
Saya tidak tahu ini pantas di sebut masalah atau tidak, yang jelas saya kesal ketika hal yang tidak bisa saya kendalikan masuk mengganggu hidup saya. Sebut saja namanya X, pria tambun, dan lebih muda dari saya. Saya pindah ke seksi itu ketika awal januari 2019. Pokoknya 2019 dan ketika awal puasa. Tepatnya sebelum puasa, hari pertama puasa. Dia WA saya. Intinya isi pesannya adalah "bla bla bla ada calon ?" Saat dia katakan itu, saya memang ada feeling. Pernah saat kami kerja bakti sebelum kantor dibongkar. Kami sempat bersebrangan arah dan saya perhatikan kami bertatatapan sejenak. Nah, saat itulah saya merasa ada yang aneh. Tapi saya abaikan. Toh, saya juga tidak suka dia dan tidak bakal suka siapapun di kantor aneh itu. Semua orang di situ bukan tipe saya. Garis besarnya saya hanya cari uang di situ untuk di investasikan dan ketika rencana saya terjadi saya akan keluar dan hidup dengan uang investasi itu, Selama saat itu, saya ingin mempertimbangkan saya ingin jadi apa. Melanjutkan s2 matematika, fisika, kimia atau malah jadi ambil sekolah kedokteran swasta atau mengambil s2 biomedik. Entahlah. Karena dari dulu saya ingin jadi dokter, makanya akhir - akhir ini rasanya berat banget. Saya mulai bertanya dan bertanya apakah s1 matematika ini akan saya lepas. Entahlah. Ada orang bilang terlalu banyak keinginan bakal membuat kita kolaps. Yah, seperti itu. Saya ingin terus belajar dan itu pasti tapi saya tidak tahu ingin apa. Itu yang memberatkan. Saya selalu kagum dengn dokter. Selalu. Jadi apa saya ingin jadi dokter ??? Hahaha, entahlah

Ok, kembali ke anak bernama X ini, hari pertama puasa sebelum buka, Saat saya pulang dari belanja, dia menanyakan hal tidak mengenakkan tersebut. Melihatnya awalnya saya ketawa, saya tidak tahu ternyata hari berikutnya jadi masalah mental. Saya benci. Saya benci dia mengatakan pada saya. Apaan sih. Seharusnya dia lebih banyak berpikir atas perasaannya. Apa dia tidak tahu ungkapannya itu hanya memberatkan saya ? Saya tahu dia baik, tapi untuk anak yang tidak pernah saya pandang. Tiba - tiba mengatakan maksud dan kami satu ruangan. Apa dia gila ? Dia tidak sedaerah saya, tidak entahlah (menurut saya tidak cocok dengan saya) atau mungkin tidak akan ada orang yang cocok dengan saya. Saya tidak pernah puas bahkan dengan diriku sendiri. So why, dek ??? Apa yang bikin kamu seyakin itu ? Itu poin yang bikin saya kesal. Kenapa pula anak ini hanya nambah duri dalam hidup saya ? Kan saya tidak bisa menghadapi dia secara normal sekarang. Menyebalkan banget !! Sumpah !! Dan saya tahu karena kemarin d singgung, saya tahu ada orang satu ruangan yang mendukung dia untuk mengatakan. Saya ingin mengutuk orang tersebut. Apa saya harus bilang ke dia, kalau perasaannya itu mengganggu. Sama seperti saya benci laki - laki secara keseluruhan. Saya benci mereka, sangat !!!

Beneran, saya hanya ingin keluar dari sini dan memulai hidup baru lagi. But, you know ?? Setelah kejadian ini, saya jadi berpikir apa saya memang menjalani kehidupan yang saya inginkan ? Jika seandainya saya keluar dan memilih untuk menjadi dokter. Apa setelahnya saya tidak akan keluar ? I dont know, karena saya orangnya pembosan. Yakinkah saya ??? Entahlah. Makanya kenapa hari ini saya nulis, Karena
1. Orang yang tiba - tiba menyatakan ke saya, please deh saya gak mau suka kamu. Saya tidak punya waktu dengan semua romance komedy kalian. Emang saya lelucon yah ?? Satu ruangan itu bagusnya mati saja. Setelah membicarakan perempuan itu begini lalu perempuan itu begitu. Kalian pikir saya bakal jadi objek pembicaraan kalian ? Kecuali saya gila, baru saya akan mau jadi seperti itu. Dasar toxic !!!
2. Karena tujuan yang kini tidak jelas, saya tidak paham harus bagaimana. Harusnya dulu saya tidak keluar dari kesehatan. I dont know. Rasanya berat banget !!! Tujuan hidup yang kabur, apa Tuhan tidak mau menunjukkan apa yang harus saya perbuat ??
3. Saya bertanya tanya apa saya orang yang tidak tahu bersyukur ??
4. Sebenarnya apa tujuan saya pakai jilbab besar ? Dengan keinginan dunia yang bejibun, bukannya saya sudah gila ??? Entahlah
5. Ketika pernikahan bukan jadi prioritas di umur saya yang tahun ini menginjak 27. Jadi mau kapan, Mi !!!!Jujur, saya takut ketika pernikahan saya taruh entah di prioritas ke berapa. Terus kapan ? Ketika saya sudah tidak pernah membayangkan akan hidup dengan siapa itulah yang menyiksa saya. Ketika pikiran seranjang berdua berhenti melintas di otak saya. Ketika saya sudah terlalu nyaman sendiri. Ketika saya menginginkan hidup sendiri selamanya. Apa saya waras ??

HELP MEEE, REALLY !!!

Komentar

Postingan Populer