Harus Berjuang Lagi

Akhir - akhir ini gak tau kenapa, setelah berbincang dengan kakak sendiri yang berpandangan lain tentang kuliah terutama bagian "Ikhtilat", saya jadi agak ragu untuk mengambil jalan itu juga. Alhasil pembicaraan kami membuat saya bingung dan uring - uringan. Saya memikirkan semua jalan yang telah saya ambil dan saya tahu semuanya salah, apapun alasannya. Apapun yang saya katakan dan perbuat dalam kajian islam "itu adalah salah". Terutama yang saya lakukan hari Sabtu, kalau diingat - ingat lagi, rasanya saya begitu putus asa dan lari saja. Saya terlalu takut untuk menghadapi diri saya sendiri. Saya dipenuhi rasa kecewa dan amarah. Yang terlintas dalam pikiran saya saat itu "Kenapa saya harus melakukannya, padahal sudah mau selesai tenggat waktunya" dan saya menyesal menyesal menyesal karena berpikir dengan melakukannya rasa sepi, rasa kosong, dan rasa sedih tanpa sebab yang jelas ini akan hilang. Namun nyatanya, semua rasa itu tergantikan menjadi rasa kecewa dan membenci diri sendiri.

Kalau mau jujur, sebenarnya bukan sekali ini saja saya melakukannya, bulan lalu pun saya juga melakukannya. Tapi saya sudah berjanji untuk menghentikannya dan setelah belum genap 1 bulan dari masa terkahir saya melakukannya, saya mengulanginya lagi. Double Shiit !!!

Saya tahu secara harfiah manusia, saya tidak bisa melarang diri saya untuk melakukannya. Tapi bagaimanapun kelihatannya, saya sudah melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan (Please mi, jangan buat pembenaran apapun)

Rasa kecewa itu masih ada, apalagi di aplikasi saya menghilangkan jejak perlakuan yang saya lakukan (intinya saya berbohong, menganggap hal itu tidak pernah terjadi). Sebenarnya sungguh, siapa coba yang berusaha saya bohongi. Tapi saya akan mewajarkannya, anggap saja saya lalai, Anggap saja itu tidak akan di hitung. Meski saya tahu, tidak ada satupun yang bisa membohongi-Nya apalagi saya yang hanya debu beterbangan Ya Allah.

Baiklah, beranjak dari kesalahan yang saya lakukan kemarin, hari ini saya harus daftar lagi. Membayangkan 7 jenis matkul saya ambil, maka mampuslah saya. Semuanya adalah hitungan dan pastinya melelahkan. Belum lagi semua harus sudah selesai pada bulan Desember. Mampus dua kali lah saya. Tidak ada pilihan lain nanti, selain ambil cuti selama seminggu. Padahal saya sudah merencanakan untuk mengambil libur untuk bertemu keluarga. Kalau seperti ini, otomatis saya akan mengcancel nya. Ini lebih penting dari apapun dan mungkin bagus juga karena tahun ini saya harus berhemat habis - habisan karena kemarin sepertinya usaha dimana saya melakukan inject dana sebesar 30 juta malah scam. Meski sudah dibayar 7,2 juta namun tetap saja 22,8 juta sisa uang saya entah bagaimana nasibnya. Moga orang - orang yang jika sebenarnya memakan harta haram yang saya investasikan maka percaya dia akan mendapat kesialan seumur hidup. Heeeh

Jadi apa kesimpulan saya terkait kuliah ? Mau jadi apa saya kalau lulus kuliah ? Bukannya saya sudah kerja, terus ngapain juga saya mengambil jurusan yang berbeda dengan pekerjaan saya saat ini? Well, harus saya akui akhir - akhir ini, hidup saya sepertinya di tuntun ke arah yang tidak terduga. Hidup ini kadang membuat saya gila dan rasanya sebentar lagi saya akan kembali jadi babu orang lain. Atau mungkin hanya pikiran saya saja ??

Entahlah, setelah banyak yang terjadi, akhirnya saya hanya pasrah pada takdir. Meski kata kakak saya hal tersebut tidak baik. Maka tidak masalah, entahlah. Dunia ini penuh misteri dan jika mau jujur, rasanya saya hanya ingin pergi dan istrahat dengan tenang....

Komentar

Postingan Populer