Sebenarnya saya ini maunya apa ??

Hai, well akhirnya saya nulis lagi. Soalnya lagi bosan melakukan hal yang sama. Gak tau mau buat apa dan kepikiran karena dulu pernah bilang pengen sekali menulis pas waktu libur kerjaku, akhirnya saya nulis lagi. Yeyyy

Akhir - akhir ini setelah saya menetapkan libur selama satu minggu terhitung sejak minggu kemarin, akhirnya senin depan, saya harus kembali belajar. Melelahkan sih tapi di saat yang bersamaan juga menyenangkan. Saya juga bingung. Pada saat saya harus begadang belajar 11 jam per hari, memanfaatkan setiap detik dan menit yang ada untuk belajar dan setelah tester berakhir, saya rasanya pengen buang semua buku. Saya lelah sekali. Kurang tidur, tidur tidak nyaman dan otak rasanya mau pecah ditambah lagi dengan rasa panik yang menyerang. Namun anehnya selama seminggu ini, saya bahkan merindukan saat - saat dimana saya berjuang mati - matian untuk belajar.

Ok, kita balik ke selama libur, apa yang saya lakukan ? Saya baca komik 3 gatsu no lion, nonton LA 3 gatsu part 1 (part 2 nya belum di nonton, saya tahu sih jalan ceritanya jadi rada malas karena penggambaran LA nya juga agak gak sesuai dengan ekspetasi, yah gak bisa di salahkan juga sih, selama itu 2D diubah jadi 3D, maka mustahil sesuai ekspetasi)
Lalu saya baca novel, agak banyak dan kebanyakan juga bajakan sih (jadi ingat kata teman saya, dia bilang selalu pengen beli cetakan fisiknya karena yah untuk menghargai penulis, kalau buku pelajaran sih mungkin oke, lah kalau novel kan abis dibaca ditaruh gitu aja karena emang saya tipe yang gak mungkin baca novel lebih dari sekali, yah kecuali part - part tertentu aja).

Saya baca Resign (ini versi cetaknya karena waktu saya ngidam buku ini, belum ada bajakannya hehehe) karya Almira Bastari, Very Yuppy Wedding (Ika Natassa, saya agak gak suka sih karyanya mbak ini. Meski saya gak tertawa bacanya, anehnya saya baca jam 11 malam dan selesai siang hari esoknya), Kenya (karya kincirmainan, sumpah ini lucu banget meski ada adegan deawasanya juga sih, tapi kan saya 27 tahun gak masalah kan, Toh saya juga entah mengapa insting kotor saya udah mulai berkurang banyak dna gak tau kenapa. Sekarang meski baca yang mengandung hal - hal "anu", saya gak langsung "on" kayak biasa. Mungkin karena pengaruh umur juga sih, menyebabkan estrogen dan progesteron hilang menyusup ke sel mana. Oh ya, untuk Kenya yang bikin super duper lucu itu adalah adiknya si Kenya, Afrika yang agak feminim gitu yang lebaynya ngalahin putri keraton hahaha), Terus terakhir kemarin baru aja nuntasin Wedding Agreement karyanya Mia Chuz (Wattpad sih, Tapi asyik terus muslimah kontennya yah meski ada adegan "itu" nya juga. Meski kayak gini nih. Si Bian udah gak tahan, lakuin tapi gak dijelaskan secara detail. Cuma misal mendekat dan tahu - tahunya udah pagi dan mereka berdua udah capek habis "gituan". Hahaha, kecewa penonton)

Dan habis baca Wedding Agreement, saya stop dulu baca novel, meski kemarin habis beli ebook Divortiare dan #Berhentidikamu di Shoope dengan harga 20 ribu 2 buku itu. Gak tau ya, habis baca Wedding Agreement kayaknya susah banget move on. Makanya habis baca itu, liat - liat di Watpad sapatau ada yang sama, baca yang peringkat 3 kategori Perjodohan (Lupa namanya apa) baru bab 12 kalau nggak salah dan akhirnya gak bisa tahan karena lama banget intronya. Saya drop dan akhirnya tidur karena yah saya juga sakit sih karena kemarin terkena hujan di jalan abis transfer uang belanja novel itu. Hahahaha. Saya demam dan flu, saya seharian istrahat tidur dari jam 2 sampai jam 5 bangun hari ini. Semalam jam 11 udah tidur, sangat jarang bagi seorang saya untuk tidur secepat itu. Biasanya saya tidur sekitaran jam 1 or jam setengah dua (kebiasaan saat belajar juga sih)

Kenapa saya tidak baca komik saja seperti yang biasa saya baca ? Mungkin jawabannya karena ternyata setelah membaca novel, saya jadi sadar kalau novel lebih banyak mengangkat kehidupan kita sehari - hari, karakter tokoh - tokohnya juga sering dijumpai di kehidupan nyata, imaginasi saya lebih berkembang dan humor - humornya lebih mengena untuk saya.

Saya masih ingat betapa saya berteriak "iuh" tertawa terbahak - bahak waktu baca Resign (ini beneran bagus loh ceritanya, lucu juga), perut sakit waktu baca bagian si Afrika pingsan waktu tahu si Ananta ternyata kakaknya dan ternyata si Jamal (ini beneran nama laki - laki loh alias si Afrika ni homreng, meski dia sendiri gak mengakui) terlalu jauh buat tahan badan si Afrika dan si Kenya cuma bilang Meh, kasihan (lucu banget) dan ketika saya mengatakan cie cie, auhhh, so sweet ketika adegan si Bian udah mulai manja - manja ke Tari (Hah, rasa pengen nonton filmnya nih) dan ketika saya ngerasa novel mbak Ika natassa terlalu banyak masukin hal yang gak perlu (seperti merk tas mahal, t4 mahal, makanan mahal seolah - olah tokohnya itu sangat berkelas dan ini sumpah menyebalkan untuk membaca kelanjutannya meski ceritanya seru sih tapi sering rada terganggu kalau nama merek, nama sepatu mahal disebutin, sumpah saya juga gak tau merek - merek itu) Tapi yah secara keseluruhan ceritanya bagus sih meski seolah - olah tokohnya tuh selalu aja digambarkan perfecsionis yang agak berlebihan). Sumpah tokoh seperti itu gak bakalan ada. Di dunia ini, di dunia kerja gak ada yang seperfect itu sih, nyata nih.

Tapi kalau saya baca cuma beberapa jam, yah artinya novel Ika Natassa juga memberikan efek kecanduan karena ceritanya ngalir cuma karena gak ada humor atau mungkin ada humornya namun saya gak bisa mencerna humor seorang Ika Natassa yah jadinya humor nya gak ada artinya buat saya (Tapi bisa saya jamin novelnya bagus kok, bikin gak bisa berhenti)

Dari baca novel di atas, saya jadi pengen nulis novel lagi, namun saya urungkan. Why, karena dulu setelah berkali - kali menulis dan bahkan ada yang saya publikasikan di email penerbit (ini gak menang lomba, kasiaaan), ada yang saya upload si blog fanfiction, di blog sendiri, ada yang di wattpas meski baru chapter pertama, ada cerita homreng yang nongkrong di boyfriend fanfiction. Namun dari situ saya jadi beranggapan untuk sekarang saya belum bisa untuk menulis barang - barang fiksi semacam itu. Well, saya masih harus menyelesaikan math saya, meski saya payah, saya sangat menyukainya dan ternyata ilmu eksak itu keinginan saya (saya ingin terus belajar hal - hal baru). Dan saya juga takut kalau saya menulis, waktu saya akan terbuang percuma dengan khayalan - khayalan tidak jelas. Yang saya gak mau untuk saat ini melakukan daydreaming lagi. Saya masih ingat dulu menuiskan plot di buku saya dan itu sangat melelahkan karena saya kadang berkahir memikirkan adegan - adegan "bla bla bla" (percayalan untuk sekelas genre Romance harus ada  minimal ciuman alias kissing, sementara untuk saat ini saya ingin lepas - selepasnya dari hal - hal zina semacam itu.

Tapi untuk ke depannya, saya tidak tahu. Bisa jadi saya juga melanggar apa yang saya katakan. Hidup ini misteri dan akan selalu seperti itu. Bisa jadi saya kan melakukannya lagi. Karena saya tahu saya orang yang cepat bosan, melakukan satu hal dalam satu waktu membuat saya mengantuk dan yahhh bosan.....

Saya juga gak tau tulisan di atas sebenarnya maksudnya apa. Yang jelas, seakarang saya lelah (pengaruh sakit kayaknya) saya pengen stop dulu aja nih. Banyak yang pengen saya nulis sih, habis akhir - akhir ini saya mumet. Masalah jodoh, masalah utang orang, masalah saya yang terlalu tertutup sampai mungkin besok saya baru ke rumah keluarga (tepatnya nenek) karena malas, masalah teman di kantor (betapa saya berharap untuk pindah instansi, ke Kampung halaman misalnya). Tapi habis nulis sebanyak di atas, saya lelah. Saya masih demam, meski tidak setinggi kemarin. Moga saya bisa sembuh karena senin saya harus belajar lagi (Ampunn dah). Banyak hal yang ingin disampaikan juga sih. Okelah, saya bakal tutup tulisan hari ini dengan pengalaman tidak enak saat saya komunikasi dengan teman saya dan lawan jenis.

Saya mungkin juga pernah cerita dia di blog ini, saya lupa judul tulisannya apa. Ada suatu waktu dia memasang status "Pernikahan bla bla bla bla yang intinya si laki - laki terlalu banyak bicara islam lah apalah dsb padahal si laki - laki hanya mau "melakukan sesuatu" paham lah". Status itu sudah lama. Saya yang baca juga kaget. Kemarin entah apa yang merasuki saya untuk setidaknya bicara dengannya lagi. Mungkin karena beberapa malam sebelumnya, saya bicara dengan teman cewek saya tentang dia dan teman saya mengatakan mungkin dia juga ada rasa ke saya (saya tahu itu sih, tapi saya sudah berusaha kok untuk menguburnya dalam - dalam dengan banyak pertimbangan). Saya takut kepedean, cowok kan sering seperti itu entah apa tujuan makhluk aneh lawan jenis kita tersebut.

Entah mungkin saya "rindu" untuk bercengkrama dengan manusia saat itu. Soalnya waktu itu saya baca novel banyak dan saya pengen menyebarkan euforia novel tersebut. Tapi teman saya yang cewek yang saya juga sering cerita ke dia, malah gak balas pesan - pesan saya. Entah mungkin dia bete, atau mungkin dia juga malas untuk berkomunikasi terus - terusan dengan saya (karena udah dua pesan saya yang centang dua namun tidak ada balasan), akhirnya saya mencoba untuk menghubungi teman saya yang cowok dengan menanyakan maksud statusnya yang saya sebutkan tadi maksudnya apa.

Namun karena malu, saya menandai status dia yang kedua, yang ada rindu - rindunya ke dia. Saya bilang kamu sebaiknya segera menikah dan dengan tanda waaah, dan seru yang banyak. Dan dia hanya membalas kayaknya salah kirim status (mungkin dia jadi berpikiran yang aneh - aneh tentang saya) mungkin seperti saya suka dia (meski saya juga bingung ini nyata atau tidak). Saya langsung membalas "seharusnya status satunya sih dan dia hanya balas "asli ngakak" dan saya juga balas "Iya, ngakak" dan selesai. Tidak ada percakapan tambahan. Menyisakan saya yang malu sendiri, mengutuk diri sendiri. Mengapa saya harus merespon status dia yang "itu" kan terkesan saya perempuan "sange" yang memancing dia untuk membicarakan "itu" meski tujuan saya cuma untuk komunikasi dengan dia sih. Di situ saya benar - benar malu, entah apa yang dia pikirkan tentang saya. Dan juga membuat saya berpikir "Kalau memang dia suka saya, seharusnya dia senang saya inisiatif untuk wa dia meski membahas hal - hal yang tidak nyaman. Kesimpulannya adalah jika dia hanya membalas seadanya, merasa risih dengan wa saya, dapat dikatakan bahwa "dia sebenarnya tidak menyukai saya dalam kata romantis". Dan itu membuat rasa malu saya bertambah besar "darimana kepercayaan diri saya muncul kalau seorang seperti dia akan menyukai saya?". Diangkatan dulu, saya hanyalah sebuah lelucon.

Terutama untuk jenis laki - laki. Saya tidak pernah dianggap perempuan normal seperti lainnya. Tidak menutup kemungkinan dia juga seperti itu. Menyukai saya sama artinya dengan merendahkan status mereka, seolah - olah mereka berkumpul dan mengatakan "Kamu menyukai dia ??"What the hell "Wanita komedi itu ??"Gak ada cewek lain ? Saya hanyalah badut dimata mereka. Yang tidak mengapa dijatuhkan karena saya bukan perempuan yang patut di liat. Yah, intinya saya hanya kalangan kelas rendah di angkatan saya terutama laki - laki.

Jadi mustahil kan dia ada rasa dengan saya "wanita komedi yang hanya malu - maluin yang tidak pantas untuk dijadikan perempuan romantis", "bukan kandidat untuk dinikahi", mungkin intinya kalau ada laki - laki angkatan saya yang mungkin ujung - ujungnya jadian dengan saya hanya akan jadi bahan memalukan untuk dibahas. Harga diri saya terlalu rendah di mata lawan jenis saya saat bicara hal romantis dan perlu untuk dibanggakan untuk menjadi pasangan hidup seseorang di angkatan saya. Kok saya jadi sedih ya nulis ini ?

Ya Allah saya hanya ingin jadi wanita normal, menikah normal dan tidak ingin jatuh cinta dengan angkatan saya sendiri. Saya terlalu malu untuk jadi istri dari angkatan saya. Jadi apa yang harus daya lakukan karena sudah mengomentari status teman saya ? Mungkin saya harus minta maaf malam ini, bagaimanapun saya sudah membuat malu teman saya. Minta maaf karena sudah membahas atau memancing hal - hal kotor untuk dibicarakan. Bagaimanapun saya perempuan, tidak seharusnya saya terlarut dalam hal kotor semacam itu. Ya ampun, my self tolong jaga harga dirimu dong. Dan akhirnya fix "saya cuma terlalu besar kepala, saya pikir dia beneran suka ke saya. Hahahaha" Saya cuma debu, dari dulu sampai sekarang, di angkatan saya hal itu tidak akan berubah.....Menyedihkan....

#Di malam hari lebaran Idul Adha, dimana saya akhirnya menyadari saya masih harus berjuang lebih keras untuk dapat dipandang layak. Haaaah, Ya Allah hilangkan semua rasa percaya diri ini. Saya masih ingat dulu teman saya (laki - laki) melihat saya bicara dan dia hanya bisa bilang"terlalu banyak bicara" dan eneg lihat saya. Well, you know i dont have skill for communication with other. Saya gak supel, atau mungkin saya juga terlalu terpusat pada diri sendiri. "Gak ada anggun - anggunnya" - mungkn kata itu yang pengen teman saya muntahkan. Kalau kayak gitu, yah jangan datang, ke rumah saya. Saya juga bukan tipe yang enak di ajak ngobrol, apaan sih,.....

Komentar

Postingan Populer